CBIS (Computer Based Information System)

Kamis, 11 Oktober 2012


CBIS (Computer Based Information System)
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer.
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Pengembangan CBIS mengikuti system life cycle, yang terdiri dari : Siklus hidup suatu sistem bisa berlangsung beberapa bulan ataupun beberapa tahun (dalam satuan bulan atau tahun). Penentu lama dan yang bertanggung jawab atas SLC berulang ialah pemakai CBIS.
Saat ini sistem informasi merupakan isu yang paling penting dalam pengendalian manajemen. Hal ini disebabkan karena tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-sub unit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Dua hal yang menjadi perhatian dari definisi diatas adalah mengkoordinasi dan mengarahkan. Tentu saja dalam dua proses tersebut diperlukan satu sistem agar proses koordinasi dan pengarahan dapat berjalan secara efektif sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah:
1.      Penghematan waktu (time saving)
2.      Penghematan biaya (cost saving)
3.      Peningkatan efektivitas (effectiveness)
4.      Pengembangan teknologi (technology development)
5.      Pengembangan personel akuntansi (accounting staff development).

Evolusi CBIS
Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.
1.      Fokus awal pada data
Sistem pemrosesan transaksi merupakan jenis sistem yang pertama kali di impelementasikan. Fokus utama sistem ini adalah pada data transaksi. Sistem informasi ini digunakan untuk menghimpun, menyimpan dan memproses data transaksi serta sering kali mengendalikan keputusan yang merupakan bagian dari transaksi, misalnya yang mengendalikan keputusan adalah sistem pemrosesan transaksi yang sekaligus dapat memvalidasi keabsahan kartu kredit atau mencarikan rute pesawat terbang yang terbaik sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Nama aplikasi akuntasnsi berbasis komputer pada awalnya adalah pengolahan data elektronik (EDP) kemudian berubah menjadi Data prosesing (DP) dan Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
2.      Fokus baru pada informasi
Tahun 1964 diperkenalkan satu generasi baru alat penghitung yang mempengaruhi cara penggunaan komputer. Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tsb. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini segera diterima oleh perusahaan besar karena dengan adanya Manajemen Informasi perusahaan akan mudah mendapatkan Informasi yang akurat dan tepat guna mendukung dalam pengambilan keputusan dalam perusahaan tersebut.
3.      Fokus revisi pada pendukung keputusan.
Sistem pendukung keputusan (Decision support system) adalah sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan dan pemanipulasian data yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan pada situasi yang tidak terstruktur di mana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana seharusnya dibuat.
DSS dibuat sebagai reaksi atas ketidakpuasan terhadap Sistem Pemrosesan Transaksi dan Sistem Informasi Manajemen sebagaimana diketahui, SIP lebih memfokuskan diri pada pengendalian transaksi yang merupakan kegitan yang bersifat berulang dan terdefenisi dengan baik, sedangkan SIM lebih berorientasi pada penyediaan laporan bagi manajemen yang sifatnya dinamis. DSS lebih ditunjuk untuk mendukung manajemen dalam melakukan pekerjaan yang bersifat analistis, dalam situsai yang kurang terstruktur dan dengan kriteria yang kurang jelas.
4.      Fokus pada Komunikasi
Pada waktu DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada otomatisasi kantor (office automation/OA) OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat elektronik.
OA telah berkembang meliputi beragam aplikasi seperti konferensi jarak jauh, voice mail, e-mail, electronik calendaring, facsimile transmission.
5.      Fokus potensial pada konsultasi
Komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia, suatu aplikasi yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) atau biasa disebut dengan sistem pendukung kecerdasan sistem pendukung ini memiliki beberapa karekteristik antara lain :
-          Belajar atau memahami permasalahan berdasarkan penglaman
-          Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi-situasi baru
-          Mampu menangani masalah yang kompleks
-          Memecahkan permasalahan berdasarkan penalaraan
-          Menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan

Sumber :
Kadir,Abdul.2003.Pengenalan Sistem Informasi.Yogyakarta.Penerbit:ANDI

Hubungan Aksitektur Komputer dan Kognisi Manusia

Sabtu, 06 Oktober 2012


Pengertian Arsitektur Komputer
Dalam bidang teknik komputer, arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya)
Arsitektur komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan target biayanya.
Sebuah sistem computer yang berkaitan dengan atribut-atribut sebuah sistem yang tampak (visible) bagi seorang pemrogram yang berdampak langsung dengan eksekusi logis sebuah program (William Stalling)
Arsitektur computer memungkinkan manusia untuk membuat piranti keras dan lunak yang memudahkan manusia untuk berkomunikasi dengannya.

Pengertian Kognisi Manusia
Istilah kognisi (dalam bahasa latin mengacu pada: cognoscere, “tahu” “untuk konsep”) mempunyai hubungan dengan hal memproses informasi, menerapkan pengetahuan, dan preferensi berubah. Kognisi, atau proses kognitif bisa alami atau buatan, sadar atau tidak sadar. Proses ini dianalisis dari perspektif yang berbeda dalam konteks yang berbeda, terutama di bidang linguistik, anastesi, neurologi, filsafat, antropologi, ilmu komputer dan psikologi.
Definisi Kognisi manusia itu sendiri adalah aktifitas mental yang terjadi pada saat penyimpanan informasi dan pengambilan kembali ingatan. Lebih dari itu, kognisi manusia mencakup bagaimana memperoleh dan memahami, mengenbangkan, menggunakan, menilai, menalar, membayangkan, bahkan juga mentransformasi informasi atau pengetahuan.

Apa Hubungan antara Arsitektur computer dan Kognisi Manusia
Sebagai manusia, walau memiliki kemampuan kognisi yang luar biasa tetap memiliki banyak kekurangan. Untuk membantu manusia dalam pekerjaannya, maka diciptakanlah berbagai teknologi yang disebut kecerdasan buatan (artifical intelegence). Dalam hal ini yang paling dikenal dengan komputer. Komputer terus berkembang, dan dibuat serupa dengan sistem kognisi manusia. Contohnya adalah tombol qwerty yang belakangan lazim digunakan di smartphone merupakan hasil penelitian pada kognisi manusia, yaitu dimana manusia memetakan huruf yang sesuai dengan pola yang dimiliki otak dan jarinya, sehingga lebih mudah untuk mengetik dibandingkan dengan model huruf lain. Contoh lain adalah ikon “next” pada OS komputer yang umumnya berbentuk tanda panah kekanan, sedangankan “back” umumnya tanda panah kekiri, hal ini karena umumnya kognisi manusia lebih condong kea rah kanan untuk berfikir hal-hal untuk masa depan, dan kiri untuk mengingat masa-masa yang lampau.

Sumber:

Sistem Informasi Psikologi

Minggu, 30 September 2012


Pengertian Informasi
Di dalam pengolahan sistem pada akhirnya akan menghasilkan suatu informasi, untuk itu pendefenisian informasi diperlukan untuk menunjang berhasilnya pengembangan sistem yang akan dirancang. Defenisi umum utnuk informasi dalam sistem informasi menurut Jugiyanto adalah data yang dapat diolah yang lebih berguna dan berarti bagi yang menerimanya
Menurut Robert G. Murdik informasi adalah data yag telah diolah menjadi suatu bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau masa mendatang
Informasi adalah pesan (ucapan atau ekspresi) atau kumpulan pesan yang terdiri dari ordersekuens dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan (Wikipedia)
Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.
Dapat disimpulkan bahawa informasi adalah data yang diproses kedalam bentuk yang lebih berarti bagi si penerima dan berguna untuk pengambilan keputusan saat ini atau masa yang akan datang.

Pengertian Sistem
Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan (Ludwig Von Bartalanfy).
Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan (Robert A. Leitch)
Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungansatu sama lain (Anatol Raporot).
Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya (L. Ackof).
Sistem merupakan sebuah obyek yang dikaji / dipelajari, dimana memiliki karakteristik tertentu atau spesifikasi tersendiri, Pendefinisian sistem dapat dilakukan dalam dua pendekatan, yaitu pendekatan atas fisik dan pendekatan atas fungsi:
Secara fisik, sistem adalah sekumpulan dari unsur / elemen yang berinteraksi dan bekerja
bersama-sama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan, sebagai contoh : sistem tatasurya,
sistem pencernaan, sistem transportasi, system komputerisasi, sistem informasi
Secara fungsi, sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang berupa urutan kegiatan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu, contoh: sistem peminjaman buku, system penjualan, sistem marketing, sistem belajar

Pengertian Psikologi
Psikologi (dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos = kata) dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku dan proses mental (Prabowo & Riyanti)
Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
Menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Jadi dapat disimpulkan psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.

Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Ada juga yang menyebutkan sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi. Secara umum, bisa disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk mendapatkan informasi – informasi yang berhubungan dengan psikologis. Contoh nyatanya adalah banyaknya tes – tes psikologi yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti Papikostik, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu computer dan psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes psikologi itu sendiri.

Sumber :
Dakir. (1993). Dasar-dasar psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Febriani.staff.gunadarma.ac.id diakses tanggal 27 September 2012
http://belajarpsikologi.com/pengertian-psikologi/ diakses tanggal 28 September 2012
http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi diakses tanggal 27 September 2012
id.wikipedia.org/wiki/Psikologi diakses tanggal 28 September 2012
Jugiyanto, H.M. (2001). Analisa dan desain sistem informasi: pendekatan terstuktur. Yogyakarta: Andi Offset.
Kristanto, A. (2008). Perancangan sistem informasi dan aplikasinya. Yogyakarta: Gava Media.
Muhibbinsyah. 2001. Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Riyanti, B.P.D., dan Prabowo, H. (1999). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.


SAW

Selasa, 24 April 2012


Jika ditanya apa film favorit saya jawabannya adalah serial film tersadis, penuh adegan berdarah, sangat agresif dan sangat tidak manusiawi, namun saya menyukai film ini. Saya bukan orang yang menyukai perilaku agresif dan berperilaku namun saya selalu tertarik mengenai hal-hal yang berbau agresivitas. Berikut akan saya coba berikan review singkat mengenai serial film ini.
SAW yang dalam arti bahasa inggris berarti memotong/mencabik akhirnya diangkat menjadi sebuah judul serial film tersadis yang pernah ada. Sampai sejauh ini serial SAW telah sampai serial ketujuh. Inti dari film ini adalah permainan kematian yang dilakukan oleh seorang yang diduga mengalami kelainan secara psikologis, dimana seseorang akan dihadapkan pada sebuah ujian untuk bisa tetap hidup. Namun, ujian yang diberikan sangatlah berat dan hampir mustahil untuk hidup. Seorang korban harus memotong salah satu bagian tubuhnya, membunuh orang lain, merobek bagian tubuh dan mengalami kesakitan yang sangat hebat untuk bisa lolos dari permainan kematian ini. Hampir semua korban yang memainkan permainan kematian ini akan mati, karena selain harus menahan rasa sakit yang sangat hebat, mereka juga harus berpacu dengan waktu agar bisa lepas dari ujian tersebut.
Dari film ini kita bisa melihat bagaimana hipotesis Dollard & Miller atas teori agresi klasiknya bekerja (teori frustasi-agresi). Dollar & Miller meyatakan bahwa perilaku agresif umumnya disebabkan oleh perilaku agresif (Sarwono, 2002). Di film ini kita bisa melihat pelaku dari permainan kematian ini (dipanggil Jigsaw) melakukan perilaku agresif karena rasa frustasi yang ia alami yaitu kematian istri karena kasus perampokan, dikhianati rekan bisnis sehingga mengakibatkan ia melakukan agresi, yaitu agresi fisik aktif tidak langsung. Teori psikoanalisa juga bisa dilihat disini, dimana Jigsaw kecil adalah anak terlantar yang dibuang oleh orang tuanya sehingga mengalami gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
Setiap korban yang dipilih Jigsaw untuk menjalani ujian adalah mereka yang bermasalah dengan masa lalunya, seperti 2 orang rentenir yang sangat tega dalam menagih hutang dan memberikan bunga yang sangat tinggi sehingga diibaratkan seperti memakan daging orang lain, mereka dihadapkan dengan ujian dimana mereka akan diminta untuk menyumbangkan bagian tubuh mereka (dipotong) dalam suatu waktu tertentu, dan siapa diantara mereka yang paling banyak menyumbangkan bagian tubuh akan lolos dari ujian dan yang kalah akan ditembak oleh senapan otomatis. Kejam, sadis, , berdarah, tidak manusiawi memang ciri khas utama dari film ini, namun ada hal positif yang bisa kita ambil, bahwa segala sesuatu perbuatan tidak baik yang kita lakukan akan mendapatkan balasan yang setimpal, mungkin langsung di dunia seperti yang diceritakan dalam film SAW atau bahkan balasan di dunia lain kelak.

Teknik Psikoanalisa dalam Psikoterapi

Selasa, 03 April 2012

Di saat seperti ini, dimana tingkat stressor (penyebab stres) cukup mudah dan banyak ditemui khususnya di daerah perkotaan, sehingga banyak individu yang mengalami stress dan gangguan psikologis lainnya. Banyak cara dilakukan untuk mengurangi masalah ini salah satunya dengan psikoterapi.
Psikoterapi adalah proses difokuskan untuk membantu Anda menyembuhkan dan konstruktif belajar lebih banyak bagaimana cara untuk menangani masalah atau isu-isu dalam kehidupan Anda. Hal ini juga dapat menjadi proses yang mendukung ketika akan melalui periode yang sulit atau stres meningkat, seperti memulai karier baru atau akan mengalami perceraian.
Salah satu teknik yang digunakan dalam psikoterapi ini adalah Psikoanalisis. Psikoanalisa sendiri dipelopori oleh tokoh psikologi yang terkenal yaitu Sigmund Freud. Seperti konsep psikoanalisa Sigmund Freud, terapi dengan metode ini juga mempunyai konsep yang didasari oleh struktur kepribadian dasar manusia yaitu id, ego, dan super ego. Metode ini sendiri merupakan upaya perawatan terhadap perilaku abnormal atau gangguan dengan cara mengidentifikasikan penyebab-penyebab ‘tak sadar’ dari perilaku atau gangguan yang terjadi. Teknik analisa ini lebih menekankan pada analisis yang mendalam pada masa lalu seseorang.
Tujuan konseling adalah membentuk kembali struktur karakter individu dengan membuat yang tidak sadar menjadi sadar pada diri klien. Proses dipusatkan pada usaha menghayati kembali pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak. Pengalaman masa lampau ditata, didiskusikan, dianalisa, dan ditafsirkan dengan tujuan untuk merekontruksikan kepribadian.
Adapun teknik – teknik terapi yang digunakan dalam konseling antara lain:
1.      Asosiasi bebas
Adalah suatu metode pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman masa lalu & pelepasan emosi yg berkaitan dg situasi traumatik di masa lalu. Asosiasi bebas dilakukan dengan pembicaraan antara analisis dengan klien, analisis membiarkan pasien mengatakan apapun juga. Arah pembicaraan tidak ditentukan terlebih dahulu. Psikoanalisis menyakini bahwa segala ekspresi individu, termasuk kata-kata yang diucapkannya, bukanlah kebetulan. Kemudian sedikit demi sedikit arah pembicaraan klien akan menuju ke permasalahannya dan fungsi konselor disini yang mengarahkan apabila klien sudah sadar akan masalah yang ia hadapi.
2.      Analisis mimpi
Prosedur untuk menguungkap masalah yang tidak disadari klien dan membantu klien menemukan titik balik atas masalah yang belum terpecahkan. Ketika tidur, kontrol kesadaran menurutn dan mimpi adalah ungkapan isi – isi yang tak sadar karena turunnya kontrol kesadaran diri
3.      Interpretasi
Adalah prosedur dasar yang digunakan dalam analisis asosiasi bebas, analisi mimpi, analisis resistensi dan analisis transparansi. Prosedurnya terdiri atas penetapan analisis, penjelasan, dan mengajarkan klien tentang makna perilaku dimanifestasikan dalam mimpi, asosiasi bebas, resistensi dan hubungan terapeutik itu sendiri. Fungsi interpretasi adalah membiarkan ego untuk mencerna materi baru dan mempercepat proses menyadarkan hal-hal yang tersembunyi.
4.      Transferensi
Proses analisis dan penangan hubungan transference dianggap sebagai komponen penting dalam dalam psikoanalisis. Freud percaya bahwa hubungan transference memberikan alat untuk menghidupkan kembali konflik-konflik dengan orang tua pada masa kecil. Klien dapat bereaksi kepada analisis dengan marah, cinta atau cemburu yang sama dengan yang mereka rasakan terhadap orang tua mereka. Pengungkapan isi-isi ketidaksadaran yang tersimpan sejak anak-anak, dengan memakai terapis sebagai medianya.
5.      Analisis Resistensi
Resistensi adalah mekanisme pertahanan klien, dan analisis akan mengungkap unsur yang penting dari masalah yang ingin disembunyikan klien. Konselor akan membantu klien untuk sadar atas alas an timbulnya resistensi tersebut.
Sumber

Apa itu Psikoterapi?

Sabtu, 17 Maret 2012

Jika ditilik secara harfiah satu persatu psiko terapi bisa dibagi menjadi dua yaitu psiko yang berarti jiwa dan terapi merawat, jika digabung maka bisa disimpulkan psikoterapi adalah suatu teknik penyembuhan jiwa yang menggunakan perawatan/teknik tertentu. Berbeda dengan teknik penyembuhan gangguan psikilogis yang lain, teknik terapi umumnya digunakan untuk gangguan yang bersifat ringan sampai moderat. Ciri yang paling mendasar adalah tidak adanya treatment/perlakuan, dan proses interaksi dua arah antara klien dan therapist. Fungsi utama therapis disini hanya sebagai fasilitator yang memberikan motivasi, mengubah pola kognisi klien yg bermasalah, mengurangi emosional, meningkatkan kemampuan mengambil keputusan.
Psikoterapi yang paling berhasil ketika individu memasuki terapi sendiri dan memiliki keinginan kuat untuk berubah. Jika klien tidak ingin mengubah, perubahan akan lambat datang.

Keunikan Pada Pernikahan Budaya Betawi

Kamis, 29 Desember 2011

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI                                                                                                                         i
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ……………………………………………………………...   1
1.2 Fenomena Yang Terjadi Pada Masyarakat …………………………………………..    1
1.3 Tujuan Penelitian……………………………………………………………………..    2
BAB II ISI …………………………………………………………………………..……  3
2.1 Metode Penelitan …………………………………………………………………….    3
2.2 Verbatim ……………………………………………………………………………..    3
2.2  Umum – Khusus ……………………………………………………………………..   8
BAB III KESIMPULAN
3.1 Hasil ………………………………………………………………………………….    20
3.2 Kesimpulan …………………………………………………………………………..    20
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………...    22

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Indonesia adalah negara seribu kebudayaan. Hal ini sangat beralasan karena dengan banyaknya suku dan kebudayaan yang kita miliki, entah hal tersebut merupakan peninggalan maupun masih dilakukan sampai saat ini. Indonesia yang diketahui memiliki 33 Provinsi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke memiliki sub – sub kebudayaan sendiri, sebagai contoh suku batak memiliki berbagai macam marga yang juga memiliki ciri khas kebudayaan yang bisa dibedakan antar suku itu sendiri.
Karena alasan dasar itulah kemudian kami tertarik untuk mendalami salah satu kebudayaan yang ada di Indonesia, hal yang menarik perhatian kami adalah salah satu kebudayaan tertua di Indonesia yaitu kebudayaan DKI Jakarta atau lazim disebut kebudayaan Betawi. Seperti diketahui awal mula suku betawi lahir sudah sangat lama sekitar abad ke 16 pada zaman penjajahan yang bermula dari hasil perkawinan antar etnis Belanda dan Jakarta yang kemudian menetap di Jakarta dan membaur lagi dengan berbagai macam etnis seperti Batak, Madura, Sunda, Jawa, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa, dan Eropa.
Salah satu sub – kebudayaan Betawi yang menarik dan ingin kami gali lebih jauh adalah budaya pernikahan. Hal ini sangat menarik karena sampai sekarang keunikan pada pernikahan dalam adat Betawi masih sangat kental dan terasa walaupun tidak seperti pada masa 30 – 40 tahun lalu. Ramai, meriah, unik, dan terkenal merupakan gambaran inti dalam pernikahan adat Betawi ini, banyak ditayangkan dalam berbagai media, dan menjadi salah satu ciri khas dari kebudayaan Indonesia sendiri. Apa saja hal yang unik dan bagaimana prosesi dalam pernikahan adat Betawi akan kami coba untuk sampaikan dalam kelanjutan makalah ini.

1.2  Fenomena Yang Terjadi Pada Masyarakat
Bayak hal yang terjadi pada budaya Betawi, seperti logat mereka yang unik, kerukunan antar warga Betawi, seni tari yang hampir punah dan keunikan pernikahan dalam budaya betawi. Dalam makalah ini fenomena yang ingin kami ambil adalah keunikan pada pernikahan budaya Betawi
1.3  Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini secara khusus adalah untuk memenuhi tugas psikologi lintas budaya yang diberikan kepada kami mahasiswa fakultas Psikologi Gunadarma Angkatan 2009
Secara umum tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejarah terbentuknya suku betawi, awal munculnya serta fenomena-fenomena apa yang terjadi. Mulai dari keseniannya, budaya, bahasa, tokoh dan secara khusus kami akan membahas keunikan pernikahan dalam budaya Betawi itu sendiri. Agar kita bisa lebih mengenal beragam seni rupa dalam budaya Betawi dan semoga kita bisa lebih menghargai sebuah perbedaan dalam tiap suku di Indonesia.
  
BAB II
ISI

2.1 Metode Penelitian
Dalam penelitian ini kami menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu wawancara, selain itu kami juga mengadakan observasi mengenai kebudayaan betawi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kami juga menggunakan fasilitas internet untuk mencari data – data yang digunakan sebagai dasar penelitian.
Verbatim
Nama Subjek   : Ali Sabana
Usia                 : 26
Alamat            : Kamal Raya, Cengkareng Jakarta Barat
Pekerjaan         : Wiraswasta
A   :  Assalammualaikum Bang
B   :  Walaikum salam neng
A   : Ya, Aye lagi ada tugas kampus nie, mau nanya – nanya dikit soal kebudayaan Betawi, Abangkan orang Betawi nie, ehh boleh ga nanya – nanya dikit soal Betawi?
B   :  Ape aje yang mau ditanyain sama eneng?
A   : Ya, mau nanya soal adat pernikahan aja deh yang gampang gtukan, klau misalnya kitakan pernikahan adat Betawi gtu ya, itu adatnya apaan aja ya Bang?
B :   Kalau di Betawi itu adatnya, pokoknya kita ketemu dulu ya sama orang tua wanita dan orang tua abang nie misalkan kalo ngelamar eneng nih atau ngiketlah, nah itu silahturahmi dulu sama keluarga eneng, yah kaya gitu neng.
A   :  Trus pas hari ngiketnya  itu ngapain aja Bang?
B : Ya paling kita nentuin tanggal, bulan, hari yang pastiin nanti setelah ya itu kita tinggal nyari hari H nya aja.
A   :  Oh jadi itu pas nikah tuh tinggal nentuin tanggal nikahnya doang ya Bang.
B   :  Ia, nanti abang tuh sekeluarga dan serombongan tuh bawa seserahan tuh ibaratnya ya neng,
A   :  Trus pas udah hari H nya ntu acaranya apaan aja ya Bang?
B   : Ya, kalau ehh setau abang sih di suku Betawi, yah kalau misalnya Eneng emang suku Betawi, Eneng pasti ngerti lah ya kan, mungkin kalau misalnya adat Betawi ngak kaya adat – adat suku jawa, sunda, suku lain - lainnya juga ngak gak sama kaya misalnya adat Betawikan berbeda, kaya seserahan rombongan nie kaya. Pokoknya tokoh utamanya tuh yang melambangkan cinta sejati ntu kaya roti buaya, kalau misalkan jaman dulu tuh dari jaman dahulu orang – orang tua kita, uyut apa buyut atau umpi itu roti buaya melambangkan kesetiaan dalam percintaan dan sepasang suami istri. Waktu nyokap nikah sih caranya kaya palang pintu ya, tuh yang disebut palang pinti ntu. Misalnya nie Eneng ada 4 jagoan atau abang tuh bawa 4 jagoan atau serombongan rebana, apa lagi, apa lagi ya, misalnya di ituin petasanlah, diitu petasanlah kaya gitu juga sih neng.
A   : Oh trus palang pintu gunanya buat apaan bang?
B   :  Kalau palang pintu sih gunanya gimana ya buat, ya palang pintu sih cuman rekayasa aja sih neng, cuman ya emang adat betawi emang kaya gitu sih neng. Emang harus pakai palang pintu, kalo ngak dipakai palang pintu juga sih ngak  pa pa, cuman klau palang pintu ntun kesenian adat Betawi kayanya fokus banget ke adat Betawi banget. Palang pintu itu gunanya klau misalnya eneng nih taro 4 jagoan atau abang bawa 4 jagoankan kalao misalnyakan abang udah menerobos pintu masuk eneng atau jagoan eneng yang udah jatoh sama jagoan abang yang rubuhin baru ya abang bisa masuk untuk ngelamar eneng. Gitu neng.
A   : Trus kalo ngak jatoh – jatoh eneng ngak bisa dilamar dong bang,
B   : Ia itu harus jatoh itukan cuma rekayasa aja neng.
A   : Oh gitu jadi itu cuma rekayasa aja ya bang, rekayasa doang ya.
B   : Ia neng
A   : Trus apa aja bang selai palang pintu?
B   : Selain palang pintu sih kita sebenarnya pas malam hari ke dua, ee yang kita nie pas habis ngiket, trus pas malam hari H nay ada malam angkat juga neng.
A   : Malam angkat itu apa?
B   : Ee kalau malam angkat itu kaya kita selametan, kita syukuran gitukan, nanti setelah kita selametan kita tahlilan atau ee kita setelah selametan kita ditandai suara petasan gitu neng.
A   :  Ooh bakar petasan gitu
B   : Ia neng
 A :  Oh jadi kaya gtu ya bang, trus kalo acara hiburan – hiburan betawi itu biasanya nanggep apa sih biasanya orang – orang, kalo orang – orang biasa itu biasanya dangdut, kalo di betawi itu apaan sih?
B   : Kalo di betawi itu yang paling favorit ntu neng i lenong, ya tergantung kalo misalnya kita manggil apa. Nanggapnya itu apa, kan di betawi itu banyak ada lenong, ada topeng, ada gambang kromong, banyak deh neng, tapi kalo itu apa sih, kalo di betawi abang sih lenong. Takutnya tapi mungkin kalo di Betawi abang kaya gitu neng.
A   : Kalo lenong kaya, kaya itukan bang mali itukn
B   : Kalo lenong itu kaya bang mali, Haji bolot, itu lenong neng disebutnya.
A   : Oh gitu ya bang.
B   : Ia ada lawaknya juga, ada dangdutnya juga, ada berantem – berantemnya juga, pokoknya banyak neng. Alat – alat lenong itu banyak banget yang main.
A   :  Oh jadi rame gtu ya bang
B   : Uh rame banget neng, acara betawi  ntu emang meriah semuanya ya kan
A   :  Oh jadi misalkan lenong ngak Cuma doang ya bang, lenong tuh berantem – berantem.
B   :  ee lenong tuh, lenong tuh ngak cuma ngelawak doang, ngak cuma dangdut doang neng, tapi ntu ada berantemnya juga. Kalo misalkan nie eneng ketemunya orang betawi. Terus eneng nie sama – sama betawi, eneng tuh nanggepnya trus udah gitu lenong, ntu dari jam 8, 9, 10 tuh neng, jam 10 tuh neng kalo misalkan dangdut, nanti pas setelah jam 10 atau misalkan jam 12 atau jam berapa itu ketemunya lawak, nanti pas abis tuh ketemunya berantem. Kaya gitu neng adat – adat betawi.
A   : Oh emang abang betawi dari manasih bang?
B   : Oo kalau abang sih betawi cengkareng, ya mumpung abang lagi ada didaerah sini ya namanya ketemu eneng. Ya abang sempet gerogi juga ya tiba – tiba di wawancara seperti gini, sebenarnya abang ga sepenuhnya tau adat betawi. cuman yang sepenuhnya tau itu kaya ibu saya tuh diakan sudah pengalaman banget dengan adat – adat dia sendiri mungkin saya juga tau tapi ga sepenuhnya juga sih neng.
A   : Oh abang, ibu sama bapak betawi asli nie.
B   : Ia neng abang tulen, ibu abang tuh dari betawi, bapa abang tuh dari betawi, makanya abang tulen. Mungkin taulah tentang adat – adat betawi tapi ga semuanya tau gtu neng.
A   : Oo ya ia ya, emang adat betawi tu adatnya beda – beda ya bang?
B   : Kalo adat betawi tu setau abang beda –beda neng, tu betawi tuh banyak, beda – beda juga ya kan kaya suku – suku jawa, sundakan. Dia tu ada jawa surabaya ya atau malang. Pokoknya banyaklah neng kalo dibetawi tuh ada cinere, merunda, cilincing, durikosambi, kedoya, trus apa lagi, pokoknya banyak dah condet tuh termasuk betawi.
A   : Trus tiap daerah – daerah ntu kalo nikah tuh adatnya beda – beda adatnya gitu?
B   : Pokoknya yang abang bilang tadi neng, kita ga sama ya kalo kita ketemu orangnya juga, kalo kita ketemunya orang betawi atau kita sama – sama orang betawi ya mungkin kita pake adat betawi juga, ya mungkin tergantung eneng kalo ketumunya juga sih neng dalam perkawinan gitu. Kalo abang.
A   : Oh gitu, ya udah bang aye juga udah mulai paham sih dikit soal betawi ya, yang jelas sih mungkin ya, tiap daerah itu hampir sama gitu ya, paling ada palang pintu, petasan, ya paling sama gtu ya bang? se garis besarnya gitu ya bang.
B   : Ya.. kalo betawi selalu dilambangkan seperti itu neng, kaya palang pintu ntu udah faktor utama.
A   : Ya tapi kayanya sekarang tuh udah jarang ya bang, ya palang pintu ntu ya bang
B   : Ya sekarang sih jarang palang pintu ntu, ya kebanyakan sih palang pintu tuh daerah – daerah kaya rawa belong itu masih ada adat betawinya juga neng, dia tuh masih kentel ibaratnya ya kaya condet, cinere tuh masih adat – adat betawinya kentel. Kalo disini tuh adat betawinya udah campuran nih ya kan kalo namanya jakartakan penuh dengan pendatang jadi tuh orang betawinya jarang, makin sempit, paling banyak sih betawi yang paling kental sih betawi condet, pokoknya daerah – daerah sanalah, kalo di daerah sinikan agak – agak kurang gtu neng.
A   : Oh ya udah bang, mungkin abang juga waktunya ga adakan, takutnya ngegangu, sampai sini aje deh bang. aye juga udah mulai paham. Makasih banyak nie udah mau bantuin tugas aye nih.
B   :  Ga pa pa juga sih neng, ya kita itung – itung bagi pengalaman, ya sapa tau aja neng  ketemunya orang betawi, kalo maunya kaya gitukan, pokoknya meriah bangetlah neng, orang betawi tuh kayanya kalo udah pesta itu meriah banget neng, dia tuh seserahannya banyak neng, banyak banget.
A   :  Ia deh, kalo jodohkan ga tau ya bang. ya udah. Ee makasih banget ya bang udah mau bantuin aye. Lain waktu mungkin kita ketumu lagi nie bang nie.
B   : Ia ga pa pa neng, kalo itu mah mungkin sama neng pas banget ketemu abang jadinya bagi – bagi pengalaman sama eneng.
A   : Ya udah, assalamualaikum bang
B   : Ya walaikumsalam ya neng, ati – ati ya neng

2.2 Umum – Khusus
Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa, dan Eropa.
Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni Jakarta dan bahasa Melayu Kreol yang digunakannya, dan juga kebudayaan Melayunya. Kata Betawi berasal dari kata "Batavia," yaitu nama lama Jakarta pada masa Hindia Belanda.
Sejarah
Diawali oleh orang Sunda (mayoritas), sebelum abad ke-16 dan masuk ke dalam Kerajaan Tarumanegara serta kemudian Pakuan Pajajaran. Selain orang Sunda, terdapat pula pedagang dan pelaut asing dari pesisir utara Jawa, dari berbagai pulau Indonesia Timur, dari Malaka di semenanjung Malaya, bahkan dari Tiongkok serta Gujarat di India.
Selain itu, perjanjian antara Surawisesa (raja Kerajaan Sunda) dengan bangsa Portugis pada tahun 1512 yang membolehkan Portugis untuk membangun suatu komunitas di Sunda Kalapa mengakibatkan perkawinan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis yang menurunkan darah campuran Portugis. Dari komunitas ini lahir musik keroncong.
Setelah VOC menjadikan Batavia sebagai pusat kegiatan niaganya, Belanda memerlukan banyak tenaga kerja untuk membuka lahan pertanian dan membangun roda perekonomian kota ini. Ketika itu VOC banyak membeli budak dari penguasa Bali, karena saat itu di Bali masih berlangsung praktik perbudakan.[1] Itulah penyebab masih tersisanya kosa kata dan tata bahasa Bali dalam bahasa Betawi kini. Kemajuan perdagangan Batavia menarik berbagai suku bangsa dari penjuru Nusantara hingga Tiongkok, Arab dan India untuk bekerja di kota ini. Pengaruh suku bangsa pendatang asing tampak jelas dalam busana pengantin Betawi yang banyak dipengaruhi unsur Arab dan Tiongkok. Berbagai nama tempat di Jakarta juga menyisakan petunjuk sejarah mengenai datangnya berbagai suku bangsa ke Batavia; Kampung Melayu, Kampung Bali, Kampung Ambon, Kampung Jawa, Kampung Makassar dan Kampung Bugis. Rumah Bugis di bagian utara Jl. Mangga Dua di daerah kampung Bugis yang dimulai pada tahun 1690. Pada awal abad ke 20 ini masih terdapat beberapa rumah seperti ini di daerah Kota.
Antropolog Universitas Indonesia, Dr. Yasmine Zaki Shahab, MA memperkirakan, etnis Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893. Perkiraan ini didasarkan atas studi sejarah demografi penduduk Jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Castle. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah selalu melakukan sensus, yang dibuat berdasarkan bangsa atau golongan etnisnya. Dalam data sensus penduduk Jakarta tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi. Hasil sensus tahun 1893 menunjukkan hilangnya sejumlah golongan etnis yang sebelumnya ada. Misalnya saja orang Arab dan Moor, orang Bali, Jawa, Sunda, orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa, orang Ambon dan Banda, dan orang Melayu. Kemungkinan kesemua suku bangsa Nusantara dan Arab Moor ini dikategorikan ke dalam kesatuan penduduk pribumi (Belanda: inlander) di Batavia yang kemudian terserap ke dalam kelompok etnis Betawi.
Suku Betawi
Pada tahun 1930, kategori orang Betawi yang sebelumnya tidak pernah ada justru muncul sebagai kategori baru dalam data sensus tahun tersebut. Jumlah orang Betawi sebanyak 778.953 jiwa dan menjadi mayoritas penduduk Batavia waktu itu.
Antropolog Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr Parsudi Suparlan menyatakan, kesadaran sebagai orang Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, atau orang Rawabelong.
Pengakuan terhadap adanya orang Betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni Hindia Belanda, baru muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi. Baru pada waktu itu pula segenap orang Betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.
Ada juga yang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya mencakup masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga mencakup penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. Penduduk lokal di luar benteng Batavia tersebut sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Setelah kemerdekaan
Sejak akhir abad yang lalu dan khususnya setelah kemerdekaan (1945), Jakarta dibanjiri imigran dari seluruh Indonesia, sehingga orang Betawi — dalam arti apapun juga — tinggal sebagai minoritas. Pada tahun 1961, 'suku' Betawi mencakup kurang lebih 22,9 persen dari antara 2,9 juta penduduk Jakarta pada waktu itu. Mereka semakin terdesak ke pinggiran, bahkan ramai-ramai digusur dan tergusur ke luar Jakarta. Proses asimilasi dari berbagai suku yang ada di Indonesia hingga kini terus berlangsung dan melalui proses panjang itu pulalah ’suku’ Betawi hadir di bumi Nusantara.
Seni dan kebudayaan
Budaya Betawi merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Hindia Belanda, Batavia (kini Jakarta) merupakan ibu kota Hindia Belanda yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Betawi juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugis.
Suku Betawi sebagai penduduk asli Jakarta agak tersingkirkan oleh penduduk pendatang. Mereka keluar dari Jakarta dan pindah ke wilayah-wilayah yang ada di provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Budaya Betawi pun tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.
Bahasa
Sifat campur-aduk dalam dialek Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing.
Ada juga yang berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Batavia juga dikelompokkan sebagai suku Betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah, Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.
Karena perbedaan bahasa yang digunakan tersebut maka pada awal abad ke-20, Belanda menganggap orang yang tinggal di sekitar Batavia sebagai etnis yang berbeda dengan etnis Sunda dan menyebutnya sebagai etnis Betawi (kata turunan dari Batavia). Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan tearkhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik[2] yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.
Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Dialek Betawi sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu dialek Betawi tengah dan dialek Betawi pinggir. Dialek Betawi tengah umumnya berbunyi "é" sedangkan dialek Betawi pinggir adalah "a". Dialek Betawi pusat atau tengah seringkali dianggap sebagai dialek Betawi sejati, karena berasal dari tempat bermulanya kota Jakarta, yakni daerah perkampungan Betawi di sekitar Jakarta Kota, Sawah Besar, Tugu, Cilincing, Kemayoran, Senen, Kramat, hingga batas paling selatan di Meester (Jatinegara). Dialek Betawi pinggiran mulai dari Jatinegara ke Selatan, Condet, Jagakarsa, Depok, Rawa Belong, Ciputat hingga ke pinggir selatan hingga Jawa Barat. Contoh penutur dialek Betawi tengah adalah Benyamin S., Ida Royani dan Aminah Cendrakasih, karena mereka memang berasal dari daerah Kemayoran dan Kramat Sentiong. Sedangkan contoh penutur dialek Betawi pinggiran adalah Mandra dan Pak Tile. Contoh paling jelas adalah saat mereka mengucapkan kenape/kenapa'' (mengapa). Dialek Betawi tengah jelas menyebutkan "é", sedangkan Betawi pinggir bernada "a" keras mati seperti "ain" mati dalam cara baca mengaji Al Quran.
Musik
Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Tionghoa, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik Arab, Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab, dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Saat ini Suku Betawi terkenal dengan seni Lenong, Gambang Kromong, Rebana Tanjidor dan Keroncong.
Tari
Seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Contohnya tari Topeng Betawi, Yapong yang dipengaruhi tari Jaipong Sunda, Cokek dan lain-lain. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Tiongkok, seperti tari Yapong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta dapat dinamakan daerah yang paling dinamis. Selain seni tari lama juga muncul seni tari dengan gaya dan koreografi yang dinamis.
Drama
Drama tradisional Betawi antara lain Lenong dan Tonil. Pementasan lakon tradisional ini biasanya menggambarkan kehidupan sehari-hari rakyat Betawi, dengan diselingi lagu, pantun, lawak, dan lelucon jenaka. Kadang-kadang pemeran lenong dapat berinteraksi langsung dengan penonton.
Cerita rakyat
Cerita rakyat yang berkembang di Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung, juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen atau si jampang yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal "keras". Selain mengisahkan jawara atau pendekar dunia persilatan, juga dikenal cerita Nyai Dasima yang menggambarkan kehidupan zaman kolonial. creita lainnya ialah Mirah dari Marunda, Murtado Macan Kemayoran, Juragan Boing dan yang lainnya.
Senjata tradisional
Senjata khas Jakarta adalah bendo atau golok yang bersarungkan terbuat dari kayu.
Kepercayaan
Sebagian besar Orang Betawi menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Kristen; Protestan dan Katolik juga ada namun hanya sedikit sekali. Di antara suku Betawi yang beragama Kristen, ada yang menyatakan bahwa mereka adalah keturunan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis. Hal ini wajar karena pada awal abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda mengadakan perjanjian dengan Portugis yang membolehkan Portugis membangun benteng dan gudang di pelabuhan Sunda Kalapa sehingga terbentuk komunitas Portugis di Sunda Kalapa. Komunitas Portugis ini sekarang masih ada dan menetap di daerah Kampung Tugu, Jakarta Utara.
Profesi
Di Jakarta, orang Betawi sebelum era pembangunan orde baru, terbagi atas beberapa profesi menurut lingkup wilayah (kampung) mereka masing-masing. Semisal di kampung Kemanggisan dan sekitaran Rawabelong banyak dijumpai para petani kembang (anggrek, kemboja jepang, dan lain-lain). Dan secara umum banyak menjadi guru, pengajar, dan pendidik semisal K.H. Djunaedi, K.H. Suit, dll. Profesi pedagang, pembatik juga banyak dilakoni oleh kaum betawi. Petani dan pekebun juga umum dilakoni oleh warga Kemanggisan.
Kampung yang sekarang lebih dikenal dengan Kuningan adalah tempat para peternak sapi perah. Kampung Kemandoran di mana tanah tidak sesubur Kemanggisan. Mandor, bek, jagoan silat banyak di jumpai disana semisal Ji'ih teman seperjuangan Pitung dari Rawabelong. Di kampung Paseban banyak warga adalah kaum pekerja kantoran sejak zaman Belanda dulu, meski kemampuan pencak silat mereka juga tidak diragukan. Guru, pengajar, ustadz, dan profesi pedagang eceran juga kerap dilakoni.
Warga Tebet aslinya adalah orang-orang Betawi gusuran Senayan, karena saat itu Ganefonya Bung Karno menyebabkan warga Betawi eksodus ke Tebet dan sekitarnya untuk "terpaksa" memuluskan pembuatan kompleks olahraga Gelora Bung Karno yang kita kenal sekarang ini. Karena asal-muasal bentukan etnis mereka adalah multikultur (orang Nusantara, Tionghoa, India, Arab, Belanda, Portugis, dan lain-lain), profesi masing-masing kaum disesuaikan pada cara pandang bentukan etnis dan bauran etnis dasar masing-masing.
Perilaku dan sifat
Asumsi kebanyakan orang tentang masyarakat Betawi ini jarang yang berhasil, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Padahal tidak sedikit orang Betawi yang berhasil. Beberapa dari mereka adalah Muhammad Husni Thamrin, Benyamin Sueb, dan Fauzi Bowo yang menjadi Gubernur Jakarta saat ini .
Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun kadang-kadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang Betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orangtua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat Betawi dan pendatang dari luar Jakarta.
Orang Betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi. Terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat Betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). Namun tetap ada optimisme dari masyarakat Betawi generasi mendatang yang justru akan menopang modernisasi tersebut.
Hal diatas adalah gambaran secara umum tentang kebudayaan Betawi. Pada makalah ini kami ingin membahas lebih lanjut mengenai keunikan pernikahan dalam budaya Betawi. Masyarakat Betawi memiliki sejarah panjang sebagaimana terbentuknya kota Jakarta sebagai tempat domisili asalnya. Sebagai sebuah kota dagang yang ramai, Sunda Kelapa (nama Jakarta tempo dulu) disinggahi oleh berbagai suku bangsa. Penggalan budaya Arab, India, Cina, Sunda, Jawa, Eropa, dan Melayu seakan berbaur menjadi bagian dari karakteristik kebudayaan Betawi masa kini. Tradisi budaya Betawi laksana campursari dari beragam budaya dan elemen etnik masa silam yang secara utuh menjadi budaya Betawi kini. Kemeriahan budaya Betawi juga terwakili melalui tata cara pernikahan Betawi.
Adapun tahap – tahap pernikahan dalam budaya betawi adalah :
1.      Ngedelengin
Untuk sampai ke jenjang pernikahan, sepasang muda-mudi betawi (sekarang) biasanya melalui tingkat pacaran yang disebut berukan. Masa ini dapat diketahui oleh orangtua kedua belah pihak, tetapi tidak asing kalau orangtua kedua belah pihak tidak mengetahui anaknya sedang pacaran.
Sistem pernikahan pada masyarakat Betawi pada dasarnya mengikuti hukum Islam, kepada siapa mereka boleh atau dilarang mengadakan hubungan perkawinan. Dalam mencari jodoh, baik pemuda maupun pemudi betawi bebas memilih teman hidup mereka sendiri. Karena kesempatan untuk bertemu dengan calon kawan hidup itu tidak terbatas dalam desanya, maka banyak perkawinan pemuda pemudi desa betawi terjadi dengan orang dari lain desa. Namun demikian, persetujuan orangtua kedua belah pihak sangat penting, karena orangtualah yang akan membantu terlaksanakannya pernikahan tersebut.
Biasanya prosedur yang ditempuh sebelum terlaksananya pernikahan adat adalah dengan perkenalan langsung antara pemuda dan pemudi. Bila sudah ada kecocokan, orangtua pemuda lalu melamar ke orangtua si gadis. Masa perkenalan antara pria dan wanita pada budaya Betawi zaman dulu tidak berlangsung begitu saja atau terjadi dengan sendirinya. Akan tetapi, diperlukan Mak Comblang seperti Encing atau Encang (Paman dan bibi) yang akan mengenalkan kedua belah pihak.
Istilah lain yang juga dikenal dalam masa perkenalan sebelum pernikahan dalam adat Betawi adalah ngedelengin. Dulu, di daerah tertentu ada kebiasaan menggantungkan sepasang ikan bandeng di depan rumah seorang gadis bila si gadis ada yang naksir. Pekerjaan menggantung ikan bandeng ini dilakukan oleh Mak Comblang atas permintaan orangtua si pemuda. Hal ini merupakan awal dari tugas dan pekerjaan ngedelengin.
Ngedelengin bisa dilakukan siapa saja termasuk si jejaka sendiri. Pada sebuah keriaan atau pesta perkawinan biasanya ada malem mangkat. Keriaan seperti ini melibatkan partisipasi pemuda. Di sinilah ajang tempat bertemu dan saling kenalan antara pemuda dan pemudi. Ngedelengin juga bisa dilakukan oleh orangtua walaupun hanya pada tahap awalnya saja.
Setelah menemukan calon yang disukai, kemudian Mak Comblang mengunjungi rumah si gadis. Setelah melalui obrolan dengan orangtua si gadis, kemudian Mak Comblang memberikan uang sembe (angpaw) kepada si gadis. Kemudian setelah ada kecocokan, sampailah pada penentuan ngelamar. Pada saat itu Mak Comblang menjadi juru bicara perihal kapan dan apa saja yang akan menjadi bawaan ngelamar.
2.      Ngelamar
Ngelamar merupakan pernyataan resmi dari pihak keluarga laki-laki untuk menikahkan putranya kepada pihak calon mempelai perempuan. Ngelamar dilakukan oleh beberapa orang utusan yang disertai dengan membawa sejumlah barang bawaan wajib seperti uang sembah lamaran, baju atau bahan pakaian wanita, serta beberapa perlengkapan melamar lainnya. Setelah Ngelamar selesai, acara yang sangat menentukan pun dilanjutkan yakni membicarakan masalah mas kawin, uang belanja, plangkah (kalau calon mendahului kakaknya), dan kekudang (makanan kesukaan calon mempelai wanita). Apabila bawa tande putus telah disepakati, maka dilanjutkan dengan pembicaraan yang lebih rinci perihal apa dan berapa banyak tande putus serta segala hal yang berkaitan dengan acara pernikahan.
Yang harus dipersiapkan dalam ngelamar ini adalah:
1.   Sirih lamaran
2.   Pisang raja
3.   Roti tawar
4.   Hadiah Pelengkap
5.   Para utusan yang tediri atas: Mak Comblang, Dua pasang wakil orang tua dari calon tuan mantu terdiri dari sepasang wakil keluarga ibu dan bapak.
3.      Bawe Tande Putus
Tanda putus bisa berupa apa saja. Tetapi biasanya pelamar dalam adat betawi memberikan bentuk cincin belah rotan sebagai tanda putus. Tande putus artinya bahwa none calon mantu telah terikat dan tidak lagi dapat diganggu gugat oleh pihak lain walaupun pelaksanaan tande putus dilakukan jauh sebelum pelaksanaan acara akad nikah.
Masyarakat Betawi biasanya melaksanakan acara ngelamar pada hari Rabu dan acara bawa tande putus dilakukan hari yang sama seminggu sesudahnya. Pada acara ini utusan yang datang menemui keluarga calon none mantu adalah orang-orang dari keluarga yang sudah ditunjuk dan diberi kepercayaan. Pada acara ini dibicarakan:
1.   Apa cingkrem (mahar) yang diminta
2.   Nilai uang yang diperlukan untuk resepsi pernikahan
3.   Apa kekudang yang diminta
4.   Pelangke atau pelangkah kalau ada abang atau empok yanng dilangkahi
5.   Berapa lama pesta dilaksanakan
6.   Berapa perangkat pakaian upacara perkawinan yang digunakan calon none mantu pada acara resepsi
7.   Siapa dan berapa banyak undangan.
4.      Sebelum Akad Nikah
Masa dipiare, yaitu masa calon none mantu dipelihara oleh tukang piara atau tukang rias. Masa piara ini dimaksudkan untuk mengontrol kegiatan, kesehatan, dan memelihara kecantikan calon none mantu untuk menghadapi hari akad nikah nanti.
Acara mandiin calon pengatin wanita yang dilakukan sehari sebelum akad nikah. Biasanya, sebelum acara siraman dimulai, mempelai wanita dipingit dulu selama sebulan oleh dukun manten atau tukang kembang. Pada masa pingitan itu, mempelai wanita akan dilulur dan berpuasa selama seminggu agar pernikahannya kelak berjalan lancar.
Acara tangas atau acara kum. Acara ini identik dengan mandi uap yang tujuanya untuk membersihkan bekas-bekas atau sisa-sisa lulur yang masih tertinggal. Pada prosesi itu, mempelai wanita duduk di atas bangku yang di bawahnya terdapat air godokan rempah-rempah atau akar pohon Betawi. Hal tersebut dilakukan selama 30 menit sampai mempelai wanita mengeluarkan keringat yang memiliki wangi rempah, dan wajahnya pun menjadi lebih cantik dari biasanya.
Acara ngerik atau malem pacar. Dilakukan prosesi potong cantung atau ngerik bulu kalong dengan menggunakan uang logam yang diapit lalu digunting. Selanjutnya melakukan malam pacar, di mana mempelai memerahkan kuku kaki dan kuku tangannya dengan pacar.
5.      Akad Nikah
    Puncak adat Betawi adalah Akad nikah. Meriah dan penuh warna-warni, demikian gambaran dari tradisi pernikahan adat Betawi menjelang akad nikah. Diiringi suara petasan, rombongan keluarga mempelai pria berjalan memasuki depan rumah kediaman mempelai wanita sambil diiringi oleh ondel-ondel, tanjidor serta marawis (rombongan pemain rebana yang menyanyikan lagu berbahasa Arab). Bahkan dahulu, rombongan calon mempelai pria berjalan sambil menuntun kambing.
      Barang yang dibawa pada akad nikah tersebut antara lain
    1.      Sirih nanas lamaran
    2.      Sirih nanas hiasan
    3.      Mas kawin
    4.      Miniatur masjid yang berisi uang belanja
    5.      Sepasang roti buaya
    6.      Sie atau kotak berornamen cina untuk tempat sayur dan telor asin
    7.      Jung atau perahu cina yang menggambarkan arungan bahtera rumah tangga
    8.      Hadiah pelengkap
    9.      Kue penganten
   10.  Kekudang artinya suatu barang atau makanan atau apa saja yang sangat disenangi oleh none calon mantu  sejak kecil sampai dewasa
Pada prosesi ini mempelai pria betawi tidak boleh sembarangan memasuki kediaman mempelai wanita. Maka, kedua belah pihak memiliki jagoan-jagoan untuk bertanding, yang dalam upacara adat dinamakan “Buka Palang Pintu”. Pada prosesi tersebut, terjadi dialog antara jagoan pria dan jagoan wanita, kemudian ditandai pertandingan silat serta dilantunkan tembang Zike atau lantunan ayat-ayat Al Quran. Semua itu merupakan syarat di mana akhirnya mempelai pria diperbolehkan masuk untuk menemui orang tua mempelai wanita.
Pada saat akad nikah, mempelai wanita Betawi memakai baju kurung dengan teratai dan selendang sarung songket. Kepala mempelai wanita dihias sanggul sawi asing serta kembang goyang sebanyak 5 buah, serta hiasan sepasang burung Hong. Kemudian pada dahi mempelai wanita diberi tanda merah berupa bulan sabit yang menandakan bahwa ia masih gadis saat menikah.
Sementara itu, mempelai pria memakai jas Rebet, kain sarung plakat, hem, jas, serta kopiah, ditambah baju gamis berupa jubah Arab yang dipakai saat resepsi dimulai. Jubah, baju gamis, dan selendang yang memanjang dari kiri ke kanan serta topi model Alpie menjadi tanda haraan agar rumah tangga selalu rukun dan damai.
Setelah upacara pemberian seserahan dan akad nikah, mempelai pria membuka cadar yang menutupi wajah pengantin wanita untuk memastikan apakah benar pengantin tersebut adalah dambaan hatinya atau wanita pilihannya. Kemudian mempelai wanita mencium tangan mempelai pria. Selanjutnya, keduanya diperbolehkan duduk bersanding di pelaminan (puade). Pada saat inilah dimulai rangkaian acara yang dkenal dengan acara kebesaran. Adapun upacara tersebut ditandai dengan tarian kembang Jakarta untuk menghibur kedua mempelai, lalu disusul dengan pembacaan doa yang berisi wejangan untuk kedua mempelai dan keluarga kedua belah pihak yang tengah berbahagia.
6.      Acara Negor
Sehari setelah akad nikah, Tuan Penganten diperbolehkan nginep di rumah None Penganten. Meskipun nginep, Tuan Penganten tidak diperbolehkan untuk kumpul sebagaimana layaknya suami-istri. None penganten harus mampu memperthankan kesuciannya selama mungkin. Bahkan untuk melayani berbicara pun, None penganten harus menjaga gengsi dan jual mahal. Meski begitu, kewajibannya sebagai istri harus dijalankan dengan baik seperti melayani suami untuk makan, minum, dan menyiapkan peralatan mandi.
Untuk menghadapi sikap none penganten tersebut, tuan penganten menggunakan strategi yaitu dengan mengungkapkan kata-kata yang indah dan juga memberikan uang tegor. Uang tegor ini diberikan tidak secara langsung tetapi diselipkan atau diletakkan di bawah taplak meja atau di bawah tatakan gelas.
7.      Pulang Tige Ari
Sehari setelah akad nikah, Tuan Penganten diperbolehkan nginep di rumah None Penganten. Meskipun nginep, Tuan Penganten tidak diperbolehkan untuk kumpul sebagaimana layaknya suami-istri. None penganten harus mampu memperthankan kesuciannya selama mungkin. Bahkan untuk melayani berbicara pun, None penganten harus menjaga gengsi dan jual mahal. Meski begitu, kewajibannya sebagai istri harus dijalankan dengan baik seperti melayani suami untuk makan, minum, dan menyiapkan peralatan mandi.
Untuk menghadapi sikap none penganten tersebut, tuan penganten menggunakan strategi yaitu dengan mengungkapkan kata-kata yang indah dan juga memberikan uang tegor. Uang tegor ini diberikan tidak secara langsung tetapi diselipkan atau diletakkan di bawah taplak meja atau di bawah tatakan gelas.


BAB III
KESIMPULAN

3.1 Hasil
Dari wawancara dapat kami simpulkan bahwa adat pada pernikahan betawi yang kami sebutkan diatas masih dipakai sampai sekarang, walaupun sudah tidak selengkap dan seramai dulu lagi. Salah satu adat yang umumnya masih dipakai yaitu ngedelengin/proses pendekatan antar calon. Prosesi melamar juga masih dipakai dalam kebudayaan betawi masa kini, dimana pada prosesi melamar ini juga pria yang melamar membawa berbagai macam seserahan yang utamanaya berupa roti buaya yang dianggap sebagai simbol cinta dan kesetiaan. Pada prosesi pernikahan juga masih banyak terdapat adat palang pintu dimana pengantin pria tidak akan bisa masuk begitu saja ke dalam rumah pengantin wanita, ia harus berhadapan dulu dengan 4 jagoan dari pihak pengantin wanita, kemudian mereka akan bertarung dengan diiringin rebana dan pasti dimenangkan oleh jagoan dari pengantin pria. Pada akhirnya setelah jagoan dari wanita dikalahkan akan disemarakkan oleh berbagai macam petasan. Setelah menikah juga ada acara malam angkat yaitu acara selametan, tahlilan dan diakhiri dengan petasan lagi.
Daerah – daerah yang masih kental dengan budaya betawi antara lain Cinere, Merunda, Cilincing, Durikosambi, Kedoya Condet, dan Rawa Belong. Daerah – daerah lain di daerah Jakarta pada saat ini sudah banyak berasimilasi dengan budaya lain sehingga budaya Betawi tidak begitu terasa lagi.

3.2 Kesimpulan
Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa, dan Eropa.
Pernikahan pada budaya betawi tergolong unik karena ramai dan meriah, adapun tahapan tahapan dalam pernikahan adat betawi antara lain : ngedelenginngelamar, bawe tande putus, sebelum akad nikah, akad nikah, acara negor, pulang tige ari. Namun sekarang seiring perkembangan zaman pernikahan dalam adat betawi tidak lagi sekental dulu lagi.


Daftar Pustaka
http://pernikahanadat.blogspot.com/2010/01/pernikahan-adat-betawi.html, diakses tanggal 25 November 2011 pukul 21.05 WIB
http://id.wikipedia.org/wiki/Upacara_pernikahan#Adat_Betawi, diakses tanggal 25 November 2011 pukul 21.30 WIB